Bibi Ahmad Chahyanto SGz
Coconute GM46

Jamu sebagai Salah Satu Warisan Leluhur untuk Perawatan Tradisional Ibu Nifas pada Masyarakat Sunda

Juli 22nd 2013 in Uncategorized

Dies Natalis PSB 2013

Jamu merupakan salah satu obat tradisional yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, hewan, mineral, dan sediaan galenik atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang belum dibakukan dan dipergunakan sebagai upaya pengobatan berdasarkan pengalaman (Santoso 1995). Indonesia merupakan negara yang masyarakatnya masih menggunakan jamu sebagai obat tradisional dengan dasar penggunaan yang masih bersifat empirik dan warisan budaya terutama masyarakat yang tinggal di pulau Jawa.

Sunda merupakan salah satu suku di Indonesia yang berasal dari pulau Jawa, tepatnya Jawa Barat. Seperti masyarakat yang ada di pulau Jawa lainnya, masyarakat sunda juga merupakan salah satu masyarakat yang menjunjung tinggi warisan leluhur dengan masih menggunakan jamu sebagai salah satu perawatan tradisional terutama untuk perawatan pada ibu nifas atau ibu pasca persalinan.

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh Chahyanto (2013) di lima desa Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, jenis jamu tradisional yang dikonsumsi ibu nifas ialah godogan lempuyang (Zingiber aromaticum VAL), beluntas (Pluchea indica LESS), kunyit asem, air sirih, beras kencur, galohgor, dan jamu kemasan. Umumnya jamu yang dikonsumsi selama masa nifas lebih dari satu jenis jamu.

Beberapa manfaat yang dirasakan oleh ibu nifas setelah mengonsumsi jamu-jamuan yaitu mempercepat penyembuhan luka bekas persalinan, menghilangkan bau amis, mengecilkan rahim, meningkatkan nafsu makan, menyehatkan perut, dan menghilangkan darah kotor (Chahyanto 2013).

Menurut Dahlianti et al. (2005) dan Roosita et al. (2003) jamu habis bersalin juga berfungsi untuk meningkatkan sirkulasi darah dan kekuatan tubuh, mendorong involusi uterus, meningkatkan produksi ASI, mempercepat pengeluaran darah nifas, dan pemulihan pasca persalinan.

Fungsi jamu yang amat kompleks dan bermanfaat bagi ibu nifas diduga karena bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan jamu mengandung senyawa aktif yang sangat berguna dan diperlukan oleh tubuh pada kondisi-kondisi tertentu seperti nifas/pasca persalinan. Oleh karena itu, pengunaan jamu patut untuk dikembangkan dan dipertahankan kelestariaannya.

Daftar Pustaka:

1. Chahyanto BA. 2013. Asupan vitamin A, perawatan kesehatan, produksi ASI, dan status kesehatan ibu nifas. [Makalah Seminar Skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
2. Dahlianti R, Nasoetion A, Roosita K. 2005. Keragaan perawatan kesehatan masa nifas, pola konsumsi jamu tradisional dan pengaruhnya pada ibu nifas di Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, Bogor. Media Gizi dan Keluarga. 29 (2): 55-56.
3. Roosita K, Kusumorini N, Manalu W, Kusharto CM. 2003. Efek jamu bersalin galohgor terhadap involusi uterus dan gambaran darah tikus (Rattus sp). Media Gizi dan Keluarga. 27(2): 52-57.
4. Santoso SO. 1995. Khasiat tumbuhan obat sebagai jamu. Dalam Widyakarya Nasional Khasiat Makanan Tradisional. Jakarta (ID): Menteri Negara Urusan Pangan RI.


Comments are closed.

Double Chocolate Cookies…..
cemilan lezat menemani lebaran ceria anda….

Resep Double Chocolate Cookies.
Bahan :
-600g terigu protein rendah
-475g margarin
-300g gula halus
-4btr kuning telur
-20g bubuk coklat (sesuai selera)
-1/2sdt garam halus
Lapisan : 300g coklat blok hitam, tim.
Hiasan : Permen gula secukupnya.
Cara Membuat :
-tepung terigu dan bubuk coklat diaduk rata.
-margarin, kuning telur, gula halus, dan garam dimikser hingga lembut (jangan terlalu […]

Previous Entry

Jamu merupakan salah satu obat tradisional yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, hewan, mineral, dan sediaan galenik atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang belum dibakukan dan dipergunakan sebagai upaya pengobatan berdasarkan pengalaman (Santoso 1995). Indonesia merupakan negara yang masyarakatnya masih menggunakan jamu sebagai obat tradisional dengan dasar penggunaan yang masih bersifat empirik dan warisan budaya terutama masyarakat […]

Next Entry

Komentar Terakhir
Kategori